sebuah lukisan ku buat
dari sudut hingga sudut
dari tepi sampai tepi
namun tak tergores untuk sosok paras
selembar kertas ku coretkan
bait-bait kalimat ku rangkai
kata demi kata ku pugar
tiada judul yang tertanggalkan
sebuah nama mungkin ku coba
sesosok ataupun lebih aku perhatikan
lalu aku mendekati
namun tak ada yang ku cari
mungkin aku telah terlaksana
atau mungkin aku telah terlupakan
yaa mungkin saja janji atau doa
entah apalah yang aku tahu ini bimbang
deretan cerita adalah masa lalu
kisah lama itu bagiannya
lalu mengapa saat ini
atau mungkin selanjutnya sama tak berbeda
angin-aging hilir mudik
air hujan jatuh tak menentu
mentaripun yang mengatur nampak kebingungan
hingga awan saja yang lelah mengikuti
mungkin masih ranum
atau mungkin belum cukup layak
namun mungkin sudah cukup mampu
itu dari penglihatan yang kau tau
dan cukupalah diam tersenyum atau mungkin tertawa ria
keinginan tak pernah satu dan serupa
meskipun serupa tak pernah sama
lalu yang kau inginkan aku tentu diam
yang serupa pasti aku tersenyum
lalu yang kau inginkan sudah pasti aku tertawa
mungkin sebaiknya tanpa gambaran paras
lebih baik tiada judulnya
apapun yang terlihat
apapun yang terdengar
apapun yang terucap
aku diriku dan hanya aku
dia dirinya dan hanya dia
kau kalian dan hanya kalian saja
bukan lainya ... bukan lainya
karena tak ada sama serupa
dan memang tak pernah satu
Jakarta, 28 Januari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar