langit engkau tak berisi
alam tak seperti biasanya
penghuni kemanakah engkau
aku sepi sendiri tanpa kalian
hutan belantara aku telusuri
samudra datar aku arumi
namun hanya langit yang ku lihat
tiada gerak yang aku temui
pernah aku dengar seruan dari sekitar
pernah aku rasakan hangat hitam dan putih
lalu semua pernah menghilang
dan kini semua entah kemana
berbicara pada hati kecil
mendengarkan jeritannya yang tiada henti
sepanjang langkah terbuat
ia tetap tunjukkan semua itu
dari tumpukkan salah
dari segumpal sesal
dari itu semua keterpurukan ada
dan itu lah kesunyian abadi
gemulai langkah berjalan
perlahan tiada arti
beban masih saja dipundak
entah apa beban itu
rerindangan pohon aku rindu
kehangatan mentari bersembunyikah engkau
sinar malam dimanakah dirimu
aku mencari karena aku rindu
disini aku dalam keramaian
disini aku berdesakan
disini aku sunyi
karena aku sendiri meski berkerumun
hanya malam sahabat abadiku
angin yang menusuk adalah pendamping
cahaya langit entah apa itu semua
yang aku tau semua itu adalah keindahan
saat ini atau mungkin selamanya
Jakarta, 30 Januari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar